Culture shock ! Mungkin sebuah ungkapan yang agak asing di dengar di sebagian orang, tapi pasti semua orang pernah merasakannnya
. Beberap tahun lalu seorang teman saya pindah dari sebuah company local ke Multi-national company, dan tentu saja ini merupakan sebuah perbedaan yang sangat significant. Environment baru, dan tentunya sebuah budaya baru, 180 derjat berubah kadang2x:). Dan dalam 2 hari saja rekan tersebut sudah tidak betah, lalu memutuskan untuk kembali ke perusahaan lamanya:). Hal yang sama juga pernah saya alami, dan rasanya ga enak banget. But untungnya feeling ini hanya terjadi pada minggu2x pertama saja, minggu2x selanjutnya sudah mulai bisa beradaptasi.

Culture Shock
Tidak hanya dibutuhkan sebuah intelegensia untuk menerima sebuah perbedaan, tapi juga sebuah kecerdasan emosi (keikhlasan) yang akan membuat kita respect terhadap perbedaan. Dengan demikian, kita bisa merasa nyaman tanpa harus “menjadi orang lain”
.
/ Culture shock ??!! It may not a common words to hear for certain people. But I am sure that every of us has got this experience. View years ago, one of my friend has move from a local company to a multi-national company, and of course he faced with new environment, co-workers and culture. Do you know how long he stand at the time ? Only two days before he then decided to move-back to his previous company
. I did face the same case too. It was not a comfort experience. But, luckily this feeling only last for first week, after that I tried to adapt with this changes and until now I feel happy
.
People need more than intelligence to adapt with changes, it like more emotional intelegence to addapt with something different and of course while we retain “to be our self”.
mbak Ita said
“Tidak hanya dibutuhkan sebuah intelegensia untuk menerima sebuah perbedaan, tapi juga sebuah kecerdasan emosi (keikhlasan) yang akan membuat kita respect terhadap perbedaan.”
Need to put it in another way, dear LITTLE BROTHER ยป
“To have willingness and respect towards others, you have to be very smart. At least smart enough to see the equal similarities that bound, and not too afraid of being un-different!”